Gamblegrid.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan kecaman keras atas kembali terjadinya serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina, meski gencatan senjata masih berlaku. Ia menilai tindakan tersebut memperlihatkan pengabaian berulang terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
Menurut Sukamta, sejak kesepakatan penghentian tembak-menembak mulai diberlakukan pada Oktober 2025, warga sipil Gaza terus menjadi korban. Berdasarkan laporan otoritas Palestina, ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berulang.
Ia menyebut situasi ini sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan karena pelanggaran hukum dilakukan tanpa konsekuensi nyata bagi pelakunya.
Indonesia Didorong Ambil Peran Aktif di Forum Internasional
Sukamta berharap pemerintah Indonesia meningkatkan diplomasi di tingkat global guna mendesak lembaga internasional agar mengambil langkah tegas dan terukur untuk menghentikan kekerasan di Palestina.
Ia menilai lemahnya penegakan hukum internasional selama ini menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda. Ketika Israel melakukan pelanggaran, mekanisme global dianggap tidak berjalan efektif.
“Jika ketidakadilan ini terus berlangsung, maka hukum humaniter internasional bisa kehilangan kepercayaan publik dunia, terutama di mata rakyat Palestina,” ujarnya.
Board of Peace Dinilai Hadapi Ujian Berat
Serangan terbaru Israel juga dianggap menjadi ujian nyata bagi lembaga Board of Peace (BoP) yang baru dibentuk sebagai inisiatif perdamaian. Sukamta menilai BoP harus segera menunjukkan peran konkret, terutama dalam menghentikan serangan terhadap warga sipil.
Ia menambahkan, harapan publik internasional tertuju pada langkah cepat BoP, termasuk memastikan terbukanya jalur bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza.
“Setiap wacana perdamaian akan kehilangan makna jika pemboman terhadap pengungsi, perempuan, dan anak-anak terus terjadi,” tegasnya.
Serangan Udara Israel Tewaskan Puluhan Warga Gaza
Sebelumnya, Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Gaza. Laporan menyebut sedikitnya puluhan orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Salah satu serangan disebut menghantam area pengungsian di Khan Younis, Gaza bagian selatan.
Warga setempat menggambarkan serangan ini sebagai yang paling intens sejak fase kedua gencatan senjata dimulai awal bulan ini. Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran akan berlanjutnya konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
