BeritaNasional

Kondisi Terbaru 13 Penumpang Smart Air Usai Insiden Penembakan di Papua Selatan

138
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Gamblegrid.id – Insiden penembakan yang menimpa pesawat milik Smart Air di wilayah Papua Selatan menyebabkan dua awak pesawat gugur. Namun, sebanyak 13 penumpang yang berada di dalam pesawat dipastikan selamat tanpa mengalami cedera.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz. Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh penumpang berada dalam kondisi aman dan sehat setelah kejadian.

Aparat Pastikan Keamanan Penumpang

Operasi Keamanan Akan Diperluas

Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa pasca penembakan ini aparat keamanan akan meningkatkan skala operasi di wilayah Papua. Ia menyebut penguatan personel menjadi kebutuhan mendesak mengingat situasi keamanan yang kompleks.

Menurutnya, langkah penambahan pasukan bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat serta mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Daftar 13 Penumpang Pesawat Smart Air

Berikut nama-nama penumpang yang selamat dalam insiden tersebut:

  • Yance Bemanop

  • Limu Gurik

  • Yanduk Kogoya

  • Turis Magai

  • Emira Winda

  • Anak Kimis

  • Dualima Kogoya

  • Imantinus Kahipka

  • Irvan Kahipka

  • Samuel Jitmau

  • Pania Mialka

  • Topiud Kogoya

  • Tialongga Kogoya

Kronologi Penembakan di Bandara Korowai

Pesawat Ditembaki Sesaat Setelah Mendarat

Peristiwa penembakan terjadi di Bandara Korowai, yang berada di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, pada Rabu siang, 11 Februari 2026.

Pesawat dilaporkan mendapat tembakan dari arah kawasan hutan tidak lama setelah roda pesawat menyentuh landasan.

Pilot Sempat Kirim Sinyal Darurat

Situasi Kacau Saat Penumpang Menyelamatkan Diri

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa pilot dan kopilot sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS kepada petugas operasional penerbangan.

Dalam kondisi panik, awak dan penumpang pesawat berusaha keluar dan menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot yang mencoba menyusul penumpang dilaporkan kembali ditembaki hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak.

Pelaku Diduga Kelompok Kriminal Bersenjata

Aparat menduga penyerangan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata yang berasal dari wilayah Yahukimo, termasuk faksi yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Semut Merah.

Penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku masih terus dilakukan oleh aparat gabungan.

Exit mobile version