BeritaInternasional

Misteri Nasib 2 WNI Korban Penculikan Bajak Laut di Perairan Afrika

222
Sumber foto : sinar harapan
Sumber foto : sinar harapan

Gamblegrid.id – Keberadaan dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok bersenjata di perairan Afrika Tengah hingga kini masih belum diketahui. Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya penelusuran intensif serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas luar negeri, guna memastikan keselamatan para korban.

Insiden penculikan tersebut terjadi di lepas pantai Gabon pada Minggu (11/1) waktu setempat. Saat itu, kapal penangkap ikan IB FISH 7 berbendera Gabon tengah melakukan aktivitas operasional ketika diserang oleh kelompok bersenjata yang diduga bajak laut.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus pembajakan di kawasan Teluk Guinea, wilayah rawan kejahatan maritim yang membentang dari pesisir Senegal hingga Angola di Afrika Barat. Otoritas Indonesia menyebutkan bahwa sebagian awak kapal berhasil diselamatkan, sementara sejumlah lainnya dibawa kabur oleh para pelaku.

Sebagian ABK Selamat, Dua WNI Masih Hilang

Dari total 12 awak kapal, sembilan orang dilaporkan diculik. Tiga awak lainnya, termasuk dua WNI, berhasil menghindari penculikan dan bertahan di kapal hingga akhirnya dievakuasi oleh otoritas setempat. Kapal tersebut kemudian dikawal menuju Libreville, ibu kota Gabon.

Namun demikian, dua WNI lainnya yang turut menjadi bagian dari awak kapal hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde telah meminta pembaruan informasi terkait kondisi para WNI yang terdampak, termasuk kesehatan awak kapal yang selamat.

Pemerintah Intensifkan Koordinasi Internasional

Kementerian Luar Negeri RI memastikan akan terus mengawal kasus ini. KBRI Yaounde juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan otoritas terkait untuk menjamin pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan para awak kapal Indonesia serta dukungan bagi keluarga korban.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia juga menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok untuk membuka jalur informasi tambahan terkait insiden tersebut.

“Hingga saat ini kami masih terus memantau dan berupaya mencari informasi mengenai kondisi dua WNI yang belum diketahui nasibnya,” ujar Sugiono di Jakarta, Rabu (14/1).

Menurutnya, laporan perkembangan situasi diterima secara berkala dari perwakilan Indonesia di kawasan tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan segala upaya diplomatik dan koordinasi internasional demi memastikan keselamatan para WNI yang menjadi korban penculikan.

Exit mobile version