Gamblegrid.id – Sebanyak ratusan relawan dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya tiba di Istanbul, Turki, setelah sebelumnya diamankan oleh otoritas Israel saat mencoba menuju Jalur Gaza. Kedatangan mereka di Bandara Internasional Istanbul disambut hangat oleh para pendukung yang membawa bendera Palestina dan memberikan dukungan moral kepada para aktivis tersebut.
Berdasarkan laporan yang beredar pada Kamis (21/5/2026), total 422 aktivis dipulangkan menggunakan tiga pesawat dari wilayah selatan Israel. Di antara mereka terdapat sekitar 85 warga negara Turki yang ikut dalam misi pelayaran tersebut.
Pemerintah Turki Sediakan Penerbangan Khusus
Aktivis Dipulangkan dari Israel Selatan
Pemerintah Turki diketahui menyewa sejumlah penerbangan charter untuk membawa para relawan kembali ke negaranya. Dua pesawat tambahan juga dijadwalkan mendarat di Istanbul setelah gelombang pertama tiba lebih dulu.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, sebelumnya menyampaikan bahwa Ankara telah melakukan koordinasi agar seluruh relawan bisa segera dipulangkan dengan aman dari Israel.
Sementara itu, pihak Israel mengonfirmasi bahwa seluruh aktivis telah dideportasi melalui Bandara Ramon yang berada dekat kawasan wisata Eilat.
Kronologi Penangkapan Relawan Flotilla
Berangkat dari Turki Menuju Gaza
Misi Global Sumud Flotilla dimulai pada 14 Mei 2026 dari wilayah selatan Turki. Sekitar 50 kapal ikut berlayar dalam upaya menembus blokade Israel terhadap Gaza. Setelah keberangkatan awal, beberapa kapal lain turut bergabung dalam perjalanan tersebut.
Namun di tengah perjalanan, aparat Israel melakukan penahanan terhadap para relawan. Rekaman video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memperlihatkan sejumlah aktivis dalam kondisi berlutut dengan tangan terikat.
Dukungan untuk Palestina Menguat
Massa Sambut Aktivis dengan Bendera Palestina
Kedatangan para relawan di Istanbul menjadi perhatian publik dan memicu gelombang solidaritas terhadap Palestina. Sejumlah pendukung terlihat memenuhi area bandara sambil mengibarkan bendera Palestina sebagai simbol dukungan terhadap misi kemanusiaan tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti ketegangan terkait blokade Gaza dan meningkatnya perhatian internasional terhadap upaya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
