BeritaNasional

Serangan Drone Israel di Lebanon Terjadi Saat Gencatan Senjata 10 Hari

89
Sumber foto : Detik.com
Sumber foto : Detik.com

Gamblegrid.id – Sebuah serangan drone yang diduga dilakukan oleh Israel dilaporkan menghantam wilayah selatan Lebanon, tepatnya di sekitar Sungai Litani, pada Senin (20/4/2026) waktu setempat. Peristiwa ini terjadi di tengah masa gencatan senjata sementara yang telah disepakati kedua pihak selama 10 hari.

Menurut laporan media lokal Lebanon, serangan tersebut menyasar area di kota Qaqaiyat al-Jisr. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban akibat serangan terbaru tersebut.

Penemuan Korban dari Serangan Sebelumnya

Dua Jenazah Ditemukan di Jembatan Qasmiyah

Tim Pertahanan Sipil Lebanon menemukan dua jenazah di wilayah jembatan Qasmiyah, yang berada di atas Sungai Litani. Kedua korban ditemukan di dalam kendaraan yang tertimbun reruntuhan akibat serangan udara sebelumnya yang juga dikaitkan dengan Israel.

Jenazah tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Latar Belakang Gencatan Senjata

Kesepakatan yang Dimediasi Amerika Serikat

Gencatan senjata selama 10 hari ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, pada Kamis (16/4/2026). Kesepakatan tersebut dicapai setelah komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut kedua pemimpin sepakat untuk menghentikan sementara konflik demi membuka peluang menuju perdamaian yang lebih permanen. Gencatan senjata mulai berlaku pada waktu yang telah disepakati bersama di Tel Aviv dan Beirut.

Eskalasi Konflik di Kawasan

Peran Hizbullah dalam Ketegangan Regional

Ketegangan antara Israel dan Lebanon meningkat sejak awal Maret 2026. Konflik ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan oleh Hizbullah, kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon dan memiliki dukungan dari Iran.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari dinamika konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, yang hingga kini masih menunjukkan potensi eskalasi meskipun upaya diplomatik terus dilakukan.

Exit mobile version