BeritaInternasional

Trump Klaim AS Penentu Kemenangan Dunia, Singgung Eropa dan Ambisi Greenland

374
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Gamblegrid.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang mengaitkan sejarah Perang Dunia II dengan kebijakan geopolitik masa kini. Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss, Trump menegaskan bahwa Eropa tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa campur tangan Amerika Serikat.

Trump Ungkit Peran AS di Perang Dunia II

Dalam forum internasional tersebut, Trump menyebut bahwa jika AS tidak memimpin pasukan Sekutu, maka negara-negara Eropa kemungkinan besar akan berada di bawah pengaruh kekuatan Poros.

“Eropa Akan Bicara Bahasa Jerman dan Jepang”

Trump menyatakan bahwa tanpa kemenangan Sekutu yang dipimpin Washington, Eropa hari ini bisa berada di bawah dominasi Jerman Nazi atau Jepang. Menurutnya, Amerika Serikat memikul beban terbesar dalam perang dan memastikan kebebasan dunia Barat.

Ia menyampaikan bahwa kontribusi AS bukan hanya menyelamatkan Eropa, tetapi juga membentuk tatanan global yang bertahan hingga saat ini. Pernyataan ini menuai sorotan karena dianggap menyederhanakan peran negara Sekutu lain seperti Inggris, Prancis, dan Uni Soviet.

Greenland Kembali Jadi Alasan Politik

Trump kemudian mengaitkan narasi sejarah tersebut dengan sikapnya terhadap Greenland. Ia menilai Amerika Serikat memiliki legitimasi moral dan strategis untuk terlibat di wilayah itu karena peran AS di masa lalu.

Denmark Dinilai Gagal Pertahankan Wilayahnya

Menurut Trump, Denmark dengan cepat kalah saat invasi Jerman pada Perang Dunia II dan tidak mampu menjaga wilayahnya sendiri, termasuk Greenland. Ia menyebut bahwa AS terpaksa turun tangan dengan biaya besar demi menjaga keamanan kawasan Arktik.

Trump juga mengklaim Amerika membangun pangkalan militer di Greenland untuk melindungi wilayah tersebut dari potensi ancaman musuh.

Arktik Jadi Pusat Perebutan Pengaruh Global

Greenland semakin menjadi pusat perhatian karena letaknya yang strategis dan kekayaan sumber daya alamnya. Selain itu, meningkatnya aktivitas Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik turut membuat AS memperkuat posisinya.

Denmark Tegaskan Kedaulatan

Meski demikian, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland dengan tegas menolak wacana pengambilalihan wilayah tersebut. Mereka menegaskan bahwa Greenland bukan untuk diperjualbelikan dan tetap berada di bawah kedaulatan Denmark.

Pernyataan Trump ini kembali memperlihatkan gaya diplomasi keras yang menggabungkan sejarah, keamanan, dan ekonomi sebagai dasar kebijakan luar negerinya. Namun, banyak pihak menilai pendekatan tersebut justru berpotensi memperkeruh hubungan AS dengan sekutu lamanya di Eropa.

Exit mobile version