Gamblegrid.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa situasi gencatan senjata dengan Iran saat ini berada dalam kondisi yang sangat rapuh. Ia menilai kesepakatan yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik kini menghadapi ancaman serius setelah muncul kebuntuan dalam negosiasi kedua negara.
Dalam keterangannya kepada media di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa kondisi gencatan senjata berada pada fase paling lemah dan dapat runtuh sewaktu-waktu apabila tidak ada kesepakatan baru yang dicapai.
Iran Tolak Proposal dari Washington
Pemerintah AS sebelumnya telah mengirimkan sejumlah persyaratan kepada Iran guna menekan eskalasi konflik, terutama terkait pembatasan program nuklir Teheran. Namun, Iran memberikan proposal balasan yang dinilai Trump tidak memenuhi harapan Washington.
Trump bahkan menyebut usulan tersebut tidak layak diterima. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mundur dari tekanan diplomatik maupun strategi yang sedang dijalankan.
AS Pertimbangkan Pengawalan Militer di Selat Hormuz
Operation Freedom Berpotensi Dilanjutkan
Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan kembali operasi pengawalan kapal dagang dan pengiriman minyak di Selat Hormuz.
Program bernama “Operation Freedom” itu sebenarnya sempat diluncurkan pada awal Mei, namun dihentikan hanya dalam waktu kurang dari dua hari. Kini, opsi tersebut kembali dibahas sebagai bagian dari langkah menjaga jalur perdagangan internasional tetap aman.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia, sehingga stabilitas kawasan menjadi perhatian utama banyak negara.
Trump Tegaskan AS Ingin “Kemenangan Penuh”
Trump menegaskan bahwa tekanan terhadap Iran tidak akan dihentikan. Ia menyebut pemerintah Iran kemungkinan berharap AS akan kehilangan fokus atau mendapat tekanan politik dari dalam negeri akibat dampak konflik terhadap ekonomi.
Namun menurut Trump, pemerintahannya tetap siap melanjutkan langkah-langkah yang dianggap perlu demi mencapai tujuan strategis Amerika Serikat.
Kepemimpinan Iran Dinilai Terpecah
Saat ditanya mengenai peluang negosiasi lanjutan, Trump mengatakan bahwa kubu pemerintahan Iran saat ini terbagi antara kelompok moderat dan kelompok garis keras.
Menurutnya, kelompok garis keras lebih memilih melanjutkan konfrontasi hingga akhir dibanding mencari jalan damai melalui diplomasi.
