Gamblegrid.id – Insiden penembakan yang menimpa pesawat milik Smart Air di wilayah Papua Selatan menyebabkan dua awak pesawat gugur. Namun, sebanyak 13 penumpang yang berada di dalam pesawat dipastikan selamat tanpa mengalami cedera.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz. Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh penumpang berada dalam kondisi aman dan sehat setelah kejadian.
Aparat Pastikan Keamanan Penumpang
Operasi Keamanan Akan Diperluas
Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa pasca penembakan ini aparat keamanan akan meningkatkan skala operasi di wilayah Papua. Ia menyebut penguatan personel menjadi kebutuhan mendesak mengingat situasi keamanan yang kompleks.
Menurutnya, langkah penambahan pasukan bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat serta mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Daftar 13 Penumpang Pesawat Smart Air
Berikut nama-nama penumpang yang selamat dalam insiden tersebut:
-
Yance Bemanop
-
Limu Gurik
-
Yanduk Kogoya
-
Turis Magai
-
Emira Winda
-
Anak Kimis
-
Dualima Kogoya
-
Imantinus Kahipka
-
Irvan Kahipka
-
Samuel Jitmau
-
Pania Mialka
-
Topiud Kogoya
-
Tialongga Kogoya
Kronologi Penembakan di Bandara Korowai
Pesawat Ditembaki Sesaat Setelah Mendarat
Peristiwa penembakan terjadi di Bandara Korowai, yang berada di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, pada Rabu siang, 11 Februari 2026.
Pesawat dilaporkan mendapat tembakan dari arah kawasan hutan tidak lama setelah roda pesawat menyentuh landasan.
Pilot Sempat Kirim Sinyal Darurat
Situasi Kacau Saat Penumpang Menyelamatkan Diri
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa pilot dan kopilot sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS kepada petugas operasional penerbangan.
Dalam kondisi panik, awak dan penumpang pesawat berusaha keluar dan menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot yang mencoba menyusul penumpang dilaporkan kembali ditembaki hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak.
Pelaku Diduga Kelompok Kriminal Bersenjata
Aparat menduga penyerangan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata yang berasal dari wilayah Yahukimo, termasuk faksi yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Semut Merah.
Penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku masih terus dilakukan oleh aparat gabungan.









