BeritaInternasional

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Jurnalis, Situasi Kian Memanas

133
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Gamblegrid.id – Serangan militer Israel kembali menelan korban jiwa di Lebanon. Kali ini, tiga jurnalis dilaporkan meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.

Informasi tersebut disampaikan oleh sumber militer Lebanon, yang menyebutkan bahwa para korban merupakan pekerja media yang tengah bertugas di lapangan.

Identitas Korban dan Media Terkait

Jurnalis dari Media Berafiliasi

Di antara korban yang tewas terdapat seorang koresponden dari saluran Al-Manar yang berafiliasi dengan kelompok Hizbullah. Selain itu, seorang jurnalis dari Al-Mayadeen juga dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kedua media tersebut diketahui memiliki kedekatan dengan kelompok yang didukung Iran, sehingga situasi ini semakin menambah kompleksitas konflik yang terjadi di kawasan.

Korban Lain dalam Insiden

Selain dua jurnalis tersebut, seorang juru kamera serta seorang anggota keluarga dari salah satu korban juga turut meninggal dunia dalam serangan tersebut. Peristiwa ini terjadi di wilayah Jezzine, Lebanon selatan.

Pihak Al-Manar dan Al-Mayadeen telah mengonfirmasi kabar duka tersebut kepada publik.

Serangan Berlanjut di Wilayah Lain

Serangan di Distrik Sidon

Tidak hanya di Jezzine, serangan Israel juga dilaporkan terjadi di wilayah lain di Lebanon selatan. Salah satunya di kota Saksakiyah yang berada di distrik Sidon.

Dalam serangan tersebut, sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, identitas para korban belum diumumkan secara resmi.

Ketegangan Terus Meningkat

Rangkaian serangan ini menunjukkan bahwa konflik antara Israel dan pihak-pihak di Lebanon masih terus berlangsung dan cenderung meningkat. Warga sipil serta pekerja media menjadi kelompok yang rentan terdampak dalam situasi ini.

Dampak bagi Jurnalis di Zona Konflik

Insiden ini kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi jurnalis saat meliput di wilayah konflik. Kehadiran mereka di lapangan sering kali berada dalam situasi berbahaya, terutama ketika konflik bersenjata masih berlangsung.

Exit mobile version