Gamblegrid.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran diproyeksikan berjalan sekitar empat minggu. Pernyataan itu disampaikan menyusul serangan gabungan AS dan Israel yang diklaim telah melemahkan kemampuan pertahanan Iran serta menewaskan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei.
Dalam wawancara dengan media Inggris, Trump menyebut durasi operasi tersebut telah diperhitungkan sejak awal.
Trump: Operasi Sudah Dirancang Empat Pekan
Target Waktu Maksimal Sebulan
Trump menegaskan bahwa kampanye militer ini memang diproyeksikan berlangsung sekitar satu bulan atau bahkan kurang. Ia menyatakan bahwa ukuran dan kekuatan Iran tidak akan mengubah estimasi waktu tersebut.
Menurutnya, operasi ini telah dirancang sebagai langkah sistematis untuk melumpuhkan infrastruktur pertahanan utama Iran.
Sasaran Serangan: IRGC hingga Sistem Pertahanan Udara
Fasilitas Militer Jadi Fokus
Operasi yang dimulai pada Sabtu (28/2) menyasar sejumlah instalasi penting, termasuk pusat komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, pangkalan udara militer, serta jaringan pertahanan udara.
Serangan tersebut disebut sebagai salah satu operasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di kawasan Timur Tengah.
IDF Kerahkan Ratusan Jet Tempur
Militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) melaksanakan operasi udara berskala besar dengan melibatkan lebih dari 200 pesawat tempur. IDF mengklaim telah menghantam ratusan target, termasuk sistem peluncur rudal dan instalasi pertahanan di wilayah barat dan tengah Iran.
Korban Sipil dan Investigasi Serangan
Ratusan Tewas dan Luka-Luka
Berdasarkan laporan Bulan Sabit Merah Iran, lebih dari 200 orang dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 750 lainnya mengalami luka akibat serangan tersebut. Serangan disebut berdampak di sebagian besar provinsi Iran.
Dugaan Serangan ke Sekolah
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tengah menelusuri laporan mengenai kemungkinan serangan yang mengenai sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran. Otoritas setempat sebelumnya menyebut insiden tersebut menyebabkan korban jiwa di kalangan pelajar.
Eskalasi Konflik Masih Berlangsung
Operasi militer yang diproyeksikan berjalan hingga empat pekan ini memperlihatkan bahwa ketegangan antara AS, Israel, dan Iran belum menunjukkan tanda mereda. Dengan intensitas serangan yang tinggi dan dampak luas di berbagai wilayah Iran, situasi keamanan kawasan Timur Tengah kini memasuki fase yang semakin krusial.
