BeritaInternasional

Trump Tegaskan Tidak Ada Tarif Melintas Selat Hormuz, Kecuali Diberlakukan AS

7
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Gamblegrid.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz tidak akan dikenakan biaya selama masa gencatan senjata yang berlangsung selama 60 hari. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Sabtu (20/6/2026).

Menurut Trump, kebijakan bebas biaya itu akan tetap berlaku setelah masa gencatan senjata berakhir. Namun, ia membuka kemungkinan adanya pungutan apabila diterapkan oleh Amerika Serikat sebagai kompensasi atas peran keamanan yang dijalankan Washington di kawasan Timur Tengah.

Trump menyebut AS telah berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas dan keamanan jalur pelayaran strategis tersebut selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, jika tidak tercapai kesepakatan yang lebih luas, Washington berhak mempertimbangkan mekanisme penggantian biaya atas layanan keamanan yang diberikan.

Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Konflik Timur Tengah

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memanas pada akhir Februari lalu, kawasan ini menjadi salah satu instrumen tekanan yang digunakan Teheran.

Iran sebelumnya sempat menutup akses pelayaran di selat tersebut sehingga memicu kekhawatiran pasar global terkait distribusi minyak dan gas. Namun, berdasarkan nota kesepahaman yang disepakati pekan lalu, jalur tersebut kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional selama periode 60 hari.

Dalam kesepakatan itu, Iran juga tidak diperkenankan menarik biaya apa pun dari kapal yang melintas selama masa berlaku gencatan senjata.

Iran Kembali Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Di tengah upaya meredakan ketegangan, Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan yang dianggap melanggar komitmen yang telah disepakati bersama Amerika Serikat.

Pernyataan resmi mengenai penutupan jalur pelayaran itu disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya dan disiarkan melalui televisi pemerintah Iran.

Iran Ancam Ambil Langkah Lanjutan Jika Konflik Berlanjut

Dalam keterangannya, pihak militer Iran menyebut penutupan Selat Hormuz merupakan langkah awal sebagai bentuk respons terhadap dugaan pelanggaran kesepakatan oleh pihak lawan.

Teheran juga memperingatkan bahwa tindakan tambahan dapat dilakukan apabila serangan atau agresi yang dianggap merugikan Iran terus berlanjut. Langkah tersebut disebut bertujuan memaksa pihak-pihak terkait untuk mematuhi kewajiban yang telah disepakati sebelumnya.

Militer AS Pastikan Jalur Pelayaran Masih Aman

Menanggapi pengumuman Iran, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya tetap siaga penuh di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.

CENTCOM menegaskan bahwa pasukan AS terus memantau situasi guna memastikan seluruh ketentuan perjanjian yang berlaku dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

Puluhan Kapal Komersial Tetap Melintas

Militer AS melaporkan bahwa sebanyak 55 kapal komersial berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu tanpa gangguan berarti. Hingga saat ini, jalur pelayaran internasional tersebut masih dapat digunakan dan kondisi keamanan dinilai tetap terkendali.

Meski demikian, perkembangan terbaru antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan serta perdagangan energi global.

Exit mobile version