Gamblegrid.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, di kediamannya di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat investasi nasional, termasuk pengembangan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Fokus Pemerintah pada Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi
Dalam pembahasan tersebut, pemerintah menyoroti pentingnya sektor pariwisata sebagai salah satu pilar yang mampu meningkatkan daya tarik investasi. Berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Event Olahraga dan Konser Musik Jadi Magnet Investasi
Pemerintah melihat penyelenggaraan ajang olahraga, konser musik, hingga kegiatan berbasis industri kreatif memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian. Selain menarik wisatawan, kegiatan tersebut juga dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan perputaran uang di berbagai daerah.
Melalui dukungan investasi yang lebih kuat, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Danantara Didorong Mengembangkan Sumber Pertumbuhan Baru
Dalam pertemuan itu, Rosan Roeslani turut memaparkan sejumlah peluang yang dapat dikembangkan oleh Danantara untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah menilai pengelolaan aset negara yang lebih optimal dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai investasi.
Optimalisasi Aset Negara untuk Meningkatkan Daya Saing
Strategi yang dibahas mencakup pemanfaatan aset-aset milik negara secara lebih produktif agar mampu menghasilkan nilai tambah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang kompetitif di kawasan.
Transformasi dan Konsolidasi BUMN Terus Dipercepat
Selain membahas sektor pariwisata, rapat juga menyoroti perkembangan program transformasi dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menargetkan penyederhanaan struktur perusahaan pelat merah guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat tata kelola.
Ratusan Entitas BUMN Telah Digabungkan
Hingga saat ini, sekitar 258 entitas BUMN telah berhasil dikonsolidasikan dari total lebih dari seribu entitas yang ada. Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan sekitar 300 entitas tambahan dapat masuk dalam proses konsolidasi.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi biaya operasional yang selama ini menjadi beban negara, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan milik pemerintah.
Pemerintah Optimistis Investasi dan Pariwisata Mampu Tumbuh Bersama
Melalui sinergi antara pengelolaan investasi, pengembangan pariwisata, dan transformasi BUMN, pemerintah berharap tercipta ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kombinasi berbagai sektor tersebut diyakini dapat meningkatkan kepercayaan investor, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.









