Gamblegrid.id – Aksi perdebatan antara Wakil Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang SDM dan Hukum, Siswanto, dengan sejumlah mahasiswa menjadi perhatian publik setelah videonya ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Siswanto terdengar menyebut spanduk yang dibawa mahasiswa sebagai “sampah”, sehingga memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kampus memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya.
Penjelasan Warek UNY Mengenai Insiden di Gedung Rektorat
Siswanto menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika sekelompok mahasiswa menggelar aksi teatrikal di area hall rektorat tanpa terlebih dahulu mengajukan izin kepada pihak universitas.
Menurutnya, aksi tersebut berlangsung saat lingkungan rektorat dipadati wisudawan beserta keluarga yang baru selesai mengikuti prosesi wisuda. Kondisi itu dinilai kurang tepat untuk pelaksanaan aksi karena berpotensi mengganggu jalannya kegiatan kampus.
Selain itu, Siswanto mengatakan bahwa properti yang digunakan dalam teatrikal sempat mengotori lantai gedung rektorat. Ia juga menilai isi pesan yang disampaikan melalui aksi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Kampus Bantah Tudingan Soal SPPG
Salah satu materi kritik mahasiswa berkaitan dengan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan UNY.
Namun, Siswanto menegaskan bahwa hingga saat ini UNY belum memiliki fasilitas SPPG sebagaimana yang dituduhkan dalam aksi tersebut. Oleh karena itu, ia menilai informasi yang disampaikan mahasiswa tidak sesuai fakta.
Versi Mahasiswa Terkait Aksi Pemasangan Spanduk
Di sisi lain, perwakilan Aliansi Mahasiswa UNY, Andri, menyampaikan bahwa aksi berlangsung pada Rabu (24/6/2026). Ia mengatakan pemilihan waktu bertepatan dengan prosesi wisuda dilakukan agar pesan yang mereka sampaikan dapat diketahui lebih banyak orang.
Mahasiswa membawa spanduk berukuran sekitar 2 x 2 meter yang berisi penolakan terhadap keberadaan SPPG di kampus. Mereka mengaku hanya ingin memasang spanduk tersebut di tangga rektorat untuk keperluan dokumentasi sebelum segera mencopotnya agar tidak mengganggu jalannya wisuda.
Cekcok Terjadi Saat Mahasiswa Dihadang
Menurut Andri, rencana tersebut tidak berjalan mulus karena rombongan mahasiswa dihentikan oleh petugas keamanan bersama pihak rektorat sebelum mencapai lokasi yang dituju.
Situasi kemudian memanas ketika terjadi adu argumen antara mahasiswa dengan Siswanto. Dalam momen itulah terekam ucapan yang menyebut spanduk tersebut sebagai “sampah”, yang kemudian viral di berbagai platform media sosial.
Andri mengaku terkejut dengan pilihan kata yang digunakan pihak kampus. Ia menyebut sebagian mahasiswa bahkan baru mengetahui bahwa sosok yang berbicara saat itu merupakan Wakil Rektor UNY setelah insiden berlangsung.
Perbedaan Pandangan antara Kampus dan Mahasiswa
Peristiwa ini memperlihatkan adanya perbedaan sudut pandang antara pihak universitas dan mahasiswa. Pihak kampus menilai aksi dilakukan tanpa izin, mengganggu aktivitas wisuda, serta memuat informasi yang dianggap tidak sesuai fakta.
Sementara itu, mahasiswa menegaskan bahwa aksi mereka dirancang berlangsung singkat dan bertujuan menyampaikan aspirasi terkait penolakan terhadap program SPPG di lingkungan kampus tanpa bermaksud mengganggu kegiatan akademik.
Perdebatan tersebut kini menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya menyebar luas di media sosial dan memunculkan diskusi mengenai kebebasan berekspresi mahasiswa serta tata cara penyampaian aspirasi di lingkungan perguruan tinggi.
